Tampilkan postingan dengan label es kutub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label es kutub. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2009

Es Kutub Mencair sudah mencapai lebih dari 2 triliun ton

LEBIH dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global.

"Antara Greenland, Antartika, dan Alaska, pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir," kata Scott Luthcke, geofisikawan NASA.

Dari pengukuran tersebut, lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. Selama lima tahun, es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Bahkan menurut Luthcke, pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat.

Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Pada tahun 1990-an, pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti.

"Namun, saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun," kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. “Pencairan terus memburuk. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. Tidak ada perbaikan yang terjadi,” lanjut Zwally.

Senin, 08 Desember 2008

Ketebalan Es di Kutub menurun drastis

JAKARTA, Ketebalan es di kutub utara mengalami kecenderungan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Bahkan pada musim panas 2007 mencapai titik terendahnya.

Tebal es di puncak musim panas tahun lalu sekitar 23 persen lebih rendah dari batas minimum tahun 2005. Jika tren tersebut terus berlangsung , bukan mustahil ramalan sejumlah peneliti benar bahwa es di Kutub Utara suatu saat akan mencair seluruhnya pada musim panas.

Christian Haas dari Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research di Bremerhaven, Jerman, bersama timnya memperkirakan ketebalan laut es di sana selama musim panas tahun 2001, 2004, dan 2007. Mereka menemukan rata-rata ketebalan es di Kutub Utara di akhir musim panas 2007 adalah 1,3 meter. Sebagai perbandingan, ketebalan es 2,3 meter pada tahun 2001, dan 2,6 meter pada tahun 2004.

Tim tersebut pergi ke Kutub Utara menggunakan kapal pemecah es RFV Polarstern bulan Agustus dan September 2001, 2004, dan 2007. Ketika di sana, mereka menggunakan alat helicopter-borne untuk menentukan ketebalan es dengan mengukur daya konduksinya.

Sebelumnya, glasiologist mengukur ketebalan es dengan menempatkan alat secara langsung di atas es. Berdasarkan catatan, ketebalan es pada musim panas 1991 sebesar 3,1 meter.

sumber